Aksi Nyata Topik 4 ZPD
Perspektif
Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia
Aksi Nyata
Topik 4
I Gede Made
Yoga Pradnyana, S.Pd.
2364808002
Zone of Proximal
Development merupakan materi
inti pada topik 4 ini, hal yang menjadi pemikiran awal pada topik ini adalah
membahas sebuah zona yang memiliki situasi tertentu dalam proses pembelajaran. Development
berarti perkembangan, yang mengarah pada suatu perkembangan. Secara
sederhana sebelum mempelajari topik ini, ZPD mengarah pada kondisi dimana sebuah
proses pembelajaran mulai menyentuh zona yang menentukan perkembangan atau arah
tertentu.
Setelah memasuki
materi, pada eksplorasi konsep dijelaskan bahwasanya ZPD merupakan teori dari
Vygotsky yang secara sederhana membahas sebuah kondisi dimana seorang individu
menemukan titik yang mewajibkan interaksi sosial ikut andil di dalam menghadapi
kesulitan agar dapat teratasi. Jika dikaitkan dalam pembelajaran, maka konsep
ini mengarah kepada fase dimana siswa memerlukan peran dari rekan belajar atau
orang yang lebih berkompeten seperti guru untuk memantik sehingga berhasil
menyelesaikan sebuah permasalahan yang tidak bisa diatasi sendiri oleh siswa
tersebut. embelajaran
pada ZPD dalam pendidikan di Indonesia yang dapat membantu pembelajaran
serta meningkatkan kemampuan peserta didik dari batasan yang membatasi mereka. pandangan saya tentang pendidikan serta pengajaran di Indonesia yang memerlukan
peran pendidik atau guru dalam prosesnya agar peserta didik memiliki panutan
atau role model yang mampu membantu proses pembelajaran.
Selanjutnya dalam mempelajari topik ini, perlu proses kolaborasi. Pada kolaborasi
ini, rekan-rekan sejawat memaparkan pandangannya akan pembelajaran pada ZPD
serta bagaimana kesiapan sebagai pendidik agar memperhatikan ZPD dalam pembelajarannya.
Banyak ide-ide dan pandangan tertuang dalam kolaborasi ini, dimana hasil
akhirnya memaparkan bahwa banyak persamaan pandangan di akhir kolaborasi.
Persamaan ini tertuju pada pentingnya pembelajaran jika memperhatikan ZPD ini
dimana dalam pendidikan Indonesia merupakan titik penentu perkembangan siswa
dalam menghadapi suatu masalah yang memerlukan perspektif dan dukungan secara
sosial baik dari rekan belajar atau dari orang yang memiliki kompetensi lanjut
seperti guru.
Setelah berkolaborasi, pada topik ini dilanjutkan dengan demonstrasi
kontekstual. Tahapan ini melakukan diskusi lebih lanjut bersama rekan dan dosen
pengampu pelajaran. Saran dan kritik menjadi hal utama dalam bahasan ini,
pemikiran dan pandangan menjadi lebih terbuka sehingga dapat merumuskan
pemahaman baru terkait dengan konsep pembelajaran pada ZPD ini. ZPD merupakan
zona yang pasti dialami oleh tiap individu khususnya pada pendidikan Indonesia
siswa memerlukan dukungan sosial agar dapat meningkatkan kemampuannya.
Setelah dielaborasikan, titik ini sudah merubah pandangan awal saya yang
menyangka bahwa ZPD merupakan tahapan perubahan pembelajaran peserta didik yang
ternyata perubahan tersebut memerluka interaksi sosial. Interaksi sosial ini
tentunya menimbulkan pertanyaan besar, apakah peserta didik akan memerluka
pemantik dari orang lain untuk meningkatkan pemahamannya? Apakah cara ini akan
membantu atau justru membuat peserta didik menjadi tidak mandiri dalam
menghadapi suatu permasalahan?
Menjawab pertanyaan tersebut memerlukan pandangan baru dari teori
lainnya. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengkoneksikan antara materi ZPD
dengan materi lainnya. Setelah dikoneksikan, ZPD ini berkaitan dengan
pembelajaran sosial emosional dimana identifikasi dari siswa diperlukan untuk
mengetahui potensinya, pendidik wajib memiliki kemampuan PSE ini agar dapat
mengidentifikasi bahwa peserta didik berada pada ZPD. Selanjutnya pendidik
perlu menyusun rancangan pembelajaran dan asesmen yang sesuai agar dapat
meningkatkan kemampuan dan potensi dari peserta didiknya. Setelah berhasil menentukan
rancangan tersebut, pendidik mampu menentukan pendekatan yang tepat, seperti
pendekatan yang diajarkan pada pemahaman peserta didik dan pembelajarannya.
Pendidik mampu memahami sehingga dapat mengetahui bahwa siswa sedang berada
pada ZPD serta dapat mengatasi permasalahan tersebut yang berakhir dengan
lancarnya proses perkembangan siswa.
ZPD ini sangat bermanfaat bagi pendidik, pendidik akan mampu memahami
kondisi peserta didik ketika memasuki zona ini dalam pembelajaran. Dengan
demikian pendidik dapat memberi dorongan sehingga peserta didik dapat menuju
tingkatan yang lebih tinggi dalam perkembangan dirinya. Sebagai pendidik,
penulis tentunya harus memiliki kesiapan dalam mengatasi siswa yang memasuki
ZPD dalam pembelajarannya. Identifikasi, menyusun pembelajaran, serta
menentukan pendekatan yang tepat merupakan tahapan-tahapan yang akan dilalui
pendidik agar dapat mendukung siswanya pada pembelajaran yang memperhitungkan
ZPD. Berdasarkan pemahaman tersebut penulis menyimpulkan bahwa kemampuan
penulis sebagai pendidik berada pada nilai 8 dari skala 1-10 yang menunjukkan bahwa
penulis percaya diri dalam pembelajaran dapat mengaplikasikan pemahaman pada
teori ini. Agar lebih optimal, kedepannya penulis sebagai pendidik perlu
meningkatkan lagi pemahaman dan pengalaman mendidiknya yang dipelajari seiring
berjalannya waktu.
Comments
Post a Comment