Topik VI - Perspektif Sosiokultural

 

Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

Aksi Nyata Topik 6

I Gede Made Yoga Pradnyana, S.Pd.

2364808002

 

Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan di Indonesia merupakan materi inti pada topik 5 ini, hal yang menjadi pemikiran awal pada topik ini adalah membahas isu-isu yang ada dan mempengaruhi kondisi pendidikan di Indonesia. Isu-isu ini bersumber dari berbagai aspek yang melatar belakangi peserta didik, pendidik, serta kondisi dari pemerintahan yang bersifat terikat serta berkaitan antara satu dengan lainnya. Sebagai pendidik hal yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi isu-isu yang melatarbelakangi siswa lalu menyusun rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Setelah memasuki materi, pada eksplorasi konsep muncul pertanyaan sederhana dalam benak Bagaimanakah dampak nyata dari isu-isu Penyelenggaraan Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah? Setelah membaca dan memahami materi secara perlahan muncullah jawaban dari pertanyaan tersebut. Pandangan saya tentang pendidikan serta pengajaran di Indonesia yang secara garis besar masih dipengaruhi oleh latar belakang ekonomi dari masyarakat.  Keberagaman latar belakang budaya masih menjadi faktor yang dapat menghambat proses pendidikan. Dukungan dari tiga pihak akan memperbaik kondisi pendidikan yaitu orangtua, masyarakat, serta pemerintah.  Pengalaman dan memori saya bahwa dalam proses pembelajaran, pendidik yang baik perlu mempertimbangkan latar belakang peserta didik agar dapat membuat model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Selanjutnya dalam mempelajari topik ini, perlu proses kolaborasi. Pada kolaborasi ini, rekan-rekan sejawat memaparkan pandangan masing-masing anggota kelompok tentang Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik. Selanjutnya dengan memaparkan persamaan dan perbedaan pandangan masing-masing rekan terkait bahasa diatas sehingga dapat memunculkan kesimpulan baru yang dapat membuka pemikiran masing-masing.

Setelah berkolaborasi, pada topik ini dilanjutkan dengan demonstrasi kontekstual. Tahapan ini melakukan diskusi lebih lanjut bersama rekan dan dosen pengampu pelajaran. Saran dan kritik menjadi hal utama dalam bahasan ini, pemikiran dan pandangan menjadi lebih terbuka sehingga dapat merumuskan pemahaman baru terkait dengan Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik.

Setelah dielaborasikan, titik ini sudah merubah pandangan awal saya yang mengenai isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik. Hal ini menimbulkan pertanyaan seperti bagaimana cara menerapkannya dalam pembelajaran? Tantangan apa yang dialami? Serta hal baik apa yang didapat setelah mempelajari materi ini?.

Menjawab pertanyaan tersebut memerlukan pandangan baru dari teori lainnya. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengkoneksikan antara materi isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dengan materi lainnya. Setelah dikoneksikan topik ini berkaitan dengan Pembelajaran Berdiferensiasi, Filosofi Pendidikan Indonesia, serta PPL I dan II.

Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik merupakan topik penting bagi pendidik. Sebagai pendidik yang profesional saya akan lebih memperhatikan aspek-aspek tersebut dimana saya akan mengobservasi peserta didik lalu mempertimbangkan hasil observasi tersebut. Hasil observasi berisi latar belakang peserta dapat dijadikan acuan untuk menyusun rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka, karena hasil observasi sudah mencakup latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang ada pada peserta didik. Berdasarkan pemahaman tersebut penulis menyimpulkan bahwa kemampuan penulis sebagai pendidik berada pada nilai 8 dari skala 1-10 yang menunjukkan bahwa penulis percaya diri dalam pembelajaran dapat mengaplikasikan pemahaman pada teori ini. Agar lebih optimal, kedepannya penulis sebagai pendidik perlu meningkatkan lagi pemahaman dan pengalaman mendidiknya yang dipelajari seiring berjalannya waktu.

 

Comments

Popular posts from this blog

Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia Aksi Nyata Topik III

Topik V Aksi Nyata - Perspektif Sosiokultural